Sunday, August 30, 2009

Teman therapisku tersayang

0 comments


Kehidupan seks gw semakin berkembang walaupun saat ini sudah memiliki seorang istri yang notabene bisa memenuhi hasrat birahi karena istripun mau memberikan service seperti blow jobs dan melayani gaya Making love apapun juga. Namun seperti biasa mencari variasi cinta selalu gw lakuin. Sepulang kerja terkadang gw mampir ke panti pijat tradisional maupun ke spa yang lebih lux. Sampai suatu waktu gw lebih suka nongkrong disalah satu spa terkenal di jakarta dan berlangganan dengan salah satu therapis di situ, namanya nia. Entah kenapa gw sampai kepincut dengan dengan nia ini, mungkin karena keahliannya dalam memijat dan tentunya keahliannya dalam bermain cinta. Jujur saja, nia memiliki karakter yang kalem dalam arti setiap gerakan dalam bercinta benar-benar diresapi olehnya dengan diselingi erangan-erangan yang membuat birahi gw meluap-luap. Walaupun sudah berumur, nia memiliki face yang cukup cantik malah kl gw bilang wajah nia adalah ayu, maklum asalnya dari jawa tengah. Bodinya? huih ... gitar spanyol, pinggulnya ..... pantatnya .... bikin ngeces, terutama teteknya ... mantap!
Hubungan gw dengan nia pun berlanjut sampai pada menjadi hubungan yang lebih pribadi dalam arti bertemu di kostnya di jalan mangga besar 3. Konsekwensinya adalah bayarin kostnyalah .... Tempat kostnya cukup enak, seluas 4 x 4 dengan kamar mandi di dalam. Dulu nia kost bersama temannya, namanya sisca, sesama therapis di tempat kerja dia, katanya sisca itu teman akrab senasib sepenanggungan. Gwpun tahu yang mana sisca ini walupun belum pernah masuk dengan sisca ini, anaknya sangat seksi, kulitnya putih dan memiliki tetek yang cukup mantap, maklum sisca ini berasal dari sulawesi utara.
Suatu ketika gw cuti dari kantor (bilang ama istri masuk kerja padahal ke kostnya TTM ... ), hemmm ....mantap nih ... bisa seharian berdua dengan therapisku tersayang. Sesampainya di kostnya, Nia menyambutku dengan senyum manisnya, " kok tumben dateng pagi, ga kerja ya ?" tanya dia " he he ..sengaja cuti sayang ...abis gw kangen nih ama senyuman kamu" speak-speak dewa. "Udah sarapan ko?" tanya nia lagi. Gw jawab seasalnya "Udah sih tapi minum susunya belum ..." "Dasar..!!" sahutnya sambil melempari bantal. "Tuh ...kl mau sarapan lagi ... ada roti .., aku mandi dl ya" katanya sambil melangkah ke kamar mandi " ikut ..ikut .." jawab gw sambil cepat melepas baju dan celana.
Seketikapun gw ama nia berada di kamar mandi. "ko .. sabunin dong punggungnya" "oke sayang ..." sambil menyabuni punggungnya kucium lehernya terus turun kepundaknya ... " hemmmm ..." erangannya, kemudian setelah punggung telah kusabuni sambil memeluk tubuh seksinya langsung kusabuni gudang susunya sambil kuremas-remas ... " hemmm ..nakal ya ... kok ada pentungan yang nusuk-nusuk " katanya sambil berbalik badan dan langsung mengenggam batang kemaluaan gw. "sini sabunnya .. mau bersihin pentungan dulu" suruh nia. Batang kemaluan gw langsung berlumur sabun, nia mulai mengocok perlahan-lahan. "hemm ..tambah gede ama panjang ya .." " heeh ..."sahut gw sambil menahan nikmat. tak lama nia me-HJ batang kemaluan gw, dan langsung menbasuh dengan air dan kamipun saling menyiram air ke badan masing-masing. "nia... langsung yuk " pinta gw " ga mau ah .. ga pake kondom" bantahnya. sialan ....... udah diujung kepala masih inget kondom nih anak. "ya udah handukan cepet ...ga tahan nih " kata gw.
Langsung medan pertempuran beralih ke tempat tidur, langsung gw serbu tetek montok nia, mengeluh geluh sambil meremas tempat tidur " hemm ..hemm ... trus ko ... aduh ... udah ko ... " katanya. gw ga perlu apa kata-katanya, terus meremas dan menyedot puting yang berwarna coklat. " ayo ko ... masukin ... hemm ga tahan .." pinta nia. "ntar sayang ... lagi enak nih ..." " hayu !!!" teriaknya. gw ga perduli! malah langsung beralih ke selangkangan area, " ah ... ko ..." lenguhnya ketika gw menjilat kltorisnya. Puas dengan mempermainkan memeknya, gw langsung pasang kondom ke batang kemaluan, blesss...amblas semua batang kemaluan gw ke dalam memeknya. Sambil meresapi kenikmatan memeknya gw tarik masuk batang kemaluan secara perlahan-lahan. " oh ...oh ... enak ko ... hemmm " racau nia sambil mengigit bibir bawahnya, gw pandang wajah ayunya, hemmmmm .... seksi banget ....sekali-sekali gw genjot dengan cepat " oh! ..ko! "teriaknya. "enak sayang ..." tanyaku. "ko ... cepetin ....terus ko ... hemmm .... mateng gw "katanya. 10 menit berlalu, gw mulai merasakan tanda-tanda mau keluar dan kecepatan piston pun semakin tinggi. " oh .... oh ..... mateng gw!" teriak nia, gw ga tahan lagi, gw peluk dan gw cium bibirnya sambil menekan batang kemaluan dalam-dalam.... nia menaikan pinggulnya seakan tidak mau melepaskan batang kemaluan gw dari memeknya (biasanya kl dia melakukan itu tanda dia mau keluar)aaachhh ... muntah lah lahar putih ...
"aduh ko ... enak banget ... lemes aku" sambil tersengal sengal, gw cabut batang kemaluan gw dari memeknya ..tersisa hanya kondom dengan penuh pejuh.

ps : cerita ini berlanjut ...diantaranya pertualangan gw dengan sisca di kostnya dia ....

Wednesday, August 26, 2009

Temen kost

0 comments
Aku kost didekat jalan raya disebuah kota k, karena tempat kostku dekat rumah sakit jadi banyak perawat yang menjadi tetangga kostku.Tepat di sebelah kamarku ada 2 perawat satu bernama Siti usia 22 th berkulit putih bersih dan rambutnya lurus sebahu, mempunyai teman sekamar bernama Ani usia 21 th kulit kuning langsat.Siti berasal dari kota L sedangkan Ani dari kota S.

Kala itu aku masih menganggur nggak ada pekerjaan. Pagi2 Siti dan Ani baru datang dari rumah sakit,mereka jaga malam rupanya.Siti sehabis mandi langsung tidur , sedangkan Ani keluar mungkin sedang pergi belanja. Aku yang nggak ada kerjaan iseng2 ingin menggoda Siti, aku datangi kamarnya dan kebetulan nggak di kunci. Ketika aku sudah masuk ke dalam kamarnya kulihat Siti sedang tertidur lelap dengan memakai selimut. Pura2 aku memanggilnya sambil menepuk bahunya untuk memastikan apakah Siti benar tertidur lelap sebab katanya Ani kalo Siti tidur susah sekali dibangunkan walaupun disiram dengan air Siti nggak bakalan bangun. Beberapa kali aku mencoba membangunkan ternyata benar Siti susah sekali untuk di bangunkan.

Pelan2 kutarik selimutnya, wow ternyata Siti kalo tidur hanya memakai bra dan cd apalagi bra dan cdnya model bikini yang hanya ditali dipinggirnya dan sekali tarik udah pasti copot. Siti tidur terlentang,pelan2 kutarik tali bra dan cdnya dengan sekali tarik bra dan cdnya terlepas. Aku memandangi tubuhnya Siti yang telanjang bulat itu begitu mulus dan tanpa ada cacatnya. Payudaranya yg bulat dengan puting berwarna pink serta vaginanya bersih tanpa ada bulunya. Penisku udah nggak tahan ingin mencoba, aku lepas pakainku. Begitu aku udah telanjang, kunaiki tubuhnya Siti secara perlahan dan mulai menindihnya. Kucoba mencium bibirnya yang tipis juga warna pink itu perlahan-lahan. kurasakan aroma nafasnya yang harum dan hangat, payudaranya mulai kuremas2 dan putingnya ku kulum serta penisku kugosok2an di bibir vaginanya.

Pelan2 mulai kumasukkan penisku ke dalam vaginanya Siti. Centi demi centi kumasukkan secara perlahan- lahan takut jika Siti terbangun. Namun baru setengah penisku yang masuk ternyata Siti terbangun. Aku kaget namun kukulum bibirnya dengan bibirku supaya nggak teriak dan kutekan dalam2 penisku di dalam vaginaya Siti namun bibirku di gigitnya. Kulepas kulumanku bibirku dari bibirnya dan Siti bertanya: " Mas, memperkosa aku ya?". Aku jadi bingung dibuatnya tapi aku tetap terus menggenjot vaginanya dengan penisku. " Siti, maafin aku ya", pintaku.

Akhirnya Siti mau melayaniku dan mengikuti kemauanku. Aku dan Siti terus bersetubuh hingga kami mencapai orgasme hampir bersamaan tapi Siti mencapai orgasme duluan. Di susul aku kemudian sebelum mencapai orgasme kutanya Siti:" Dikeluarin dimana?". dan Siti bilang "di dalam juga nggak apa2 kok mas". Ku semprotkan spermaku didalam vaginanya Siti sampai tuntas dan kupeluk erat tubuhnya sambil kucium bibirnya dan Siti membalas ciumanku. Ketika kukeluarin penisku dari dalam vaginanya ternyata belepotan campur darah, " kamu masih virgin ya?" tanyaku. " nggak kok orang aku sedang lagi haid kok, abis kamu main embat aja orang yang lagi tidur" kata Siti sambil tersenyum."makanya mas jangan main embat aja" Siti tertawa sambil mengejekku. Siti mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi sedangkan berpakaian dan balik kekamarku.